Pengertian Benchmark : Jenis, Proses Dan Manfaat

  • Whatsapp
Pengertian Benchmark

Pengertian Benchmark akan dibahas dalam artikel ini. Pernah kah kalian mendengar kata benchmark? apa sih benchmark itu? apa saja jenis-jenis dari benchmark? bagaimana proses benchmark? dan apa saja manfaat benchmark?

Semua akan dibahas dalam artikel ini pengertian benchmark, jenis-jenis benchmark, proses benchmark dan manfaat dari benchmark. Check this out

Read More

Pengertian Benchmark

Pengertian Benchmark

Pertama yang akan dibahas dalam artikel ini adalah pengertian benchmark. Pengertian benchmark ialah sebuah istilah pada bahasa Inggris, yang mana di dalan bahasa Indonesia memiliki arti patokan atau tolak ukur. Menurut asal katanya tersebut, arti benchmark ialah suatu standar atau tolak ukur dalam membandingkan atau menilai berbagai hal.

Secara umum, pengertian benchmark ialah tolak ukur atau standar yang dipakai dalam membandingkan antara saru hal dengan hal yang lain yang sama. atau bisa dikatakan, dengan tolak ukur tersebut maka segala sesuatu bisa diukur dengan standar yang umum.

Pada ilmu manajemen, pengertian benchmark ialah proses pengukuran kualitas kebijakan organisasi, produk, program, strategi, dan yang lainnya, dengan cara membandingkannya dengan kompetitor atau perusahaan lain di dalam industri yang sama, supaya dapat memahami bagaimana dan bagian mana dari organisasi yang perlu berubah untuk menaikkan kinerja.

Sederhananya, pengertian benchmark ialah suatu metode sistematis atau proses pengukuran kinerja, bisa itu layanan, produk, atau proses sebuah perusahaan dengan cara membandingkannya dengan layanan, produk atau proses dari perusahaan lain yang dianggap terbaik pada industri yang sama.

Telah dibahas beberapa pengertian benchmark seperti diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari benchmark ialah guna menaikan keunggulan kompetitif suatu perusahaan dengan memperbaiki kinerja usaha, meningkatkan produktivitas, memperbaiki mutu produk pelayanan dan lain sebagainya, dengan mamnfaatkan kinerja pesaing utama atau perusahaan terkenal lain untuk pembanding.

Jenis-Jenis Benchmark

Setelah mengetahui pengertian benchmark, selanjutnya akan dibahas mengenai jenis-jenis benchmark. Benchmarking bisa didefinisikan berdasarkan dua kategori, yaitu berdasarkan subjeknya dan berdasarkan objek yang diamati.

1. Benchmarking Berdasarkan Subjeknya

Pengertian benchmark berdasarkan subjeknya sendiri dibagi menjadi dua poin sebagai berikut:

  • Benchmarking Internal: Pengertian Benchmark internal merupakan suatu kegiatan melakukan perbandingan antara operasi atau suatu proses yang sejenisnya dalam korporasi. Biasanya hal ini diberlakukan pada perusahaan yang sudah memiliki cabang atau anak dari perusahaan supaya memiliki standar yang sama dengan perusahaan utama.
  • Benchmark Eksternal : Bentuk benchmark dapat dilakukan dengan membandingkan suatu organisasi dengan organisasi yang lain di industri yang sama. Benchmarking eksternal dapat dibagi menjadi 2, yaitu; Competitive benchmarking, merupakan suatu perusahaan yang membandingkan perusahaannya dengan perusahaan lain yang dianggap menjadi pesaing utama. Non-competitive benchmarking, merupakan suatu perusahaan yang membandingkan perusahaannya dengan perusahaan lain yang tidak dianggap sebagai pesaing dan juga dari industri yang berbeda. Benchmarking dapat dibagi dua, pertama Functional yang memiliki arti cara membandingkan fungsi yang sama dari organisasi yang berbeda pada berbagai industri. Kedua Generic yang memiliki arti cara membandingkan proses bisnis dasar yang cenderung sama pada setiap industri.

2. Benchmarking Berdasarkan Objeknya

Pengertian benchmark berdasarkan objeknya dibagi menjadi enam poin sebagai berikut:

  • Strategi Benchmarking, adalah proses dengan cara mengamati bagaimana strategi orang atau perusahaan lain sehingga dapat mengungguli para pesaingnya di indutri tertentu.
  • Process Benchmarking; adalah proses mengamati serta membandingkan proses-proses kerja atau sistem operasi tertentu (misalnya dengan cara pembayaran, rekrutmen, komplain pelanggan, dan lain sebagainya).
  • Functional Benchmarking; adalah proses mengamati serta membandingkan fungsi kerja yang sejenis pada industri yang sama sehingga dapat meningkatkan operasional pada fungsional tersebut.
  • Performance Benchmarking; adalah proses mengamati serta membandingkan kinerja pada produk atau jasa, seperti; fitur produk, harga, kualitas teknis, dan lain sebagainya.
  • Product Benchmarking; adalah proses mengamati serta membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing untuk  dapat mengetahui apa kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dari produknya.
  • Financial Benchmarking; adalah proses mengamati serta membandingkan kekuatan finansial untuk mengetahui daya saing suatu organisasi terhadap pesaing.

Proses Benchmark

Sebenarnya tidak ada proses benchmarking tunggal yang dapat diadopsi secara universal. Setelah membahas pengertian benchmark dan jenis benchmark, selanjutnya yang akan dibahas dalam artikel ini adalah proses benchmark. Daya tarik serta penerimaan yang cukup luas terhadap benchmarking telah menyebabkan munculnya berbagai metodologi benchmarking.

Metode 12 merupakan salah satu metode yang sangat terkenal dan juga sudah banyak diadopsi oleh organisasi dalam menerapkan proses benchmarking. Metode ini  telah diperkenalkan oleh Robert Camp dalam bukunya yang berjudul “The search for industry best practices that lead to superior performance. Productivity Press (1989)”.

Pada tabel berikut dijelaskan mengenai metodologi benchmarking yang dikemukakan oleh Robert Camp:

No Fase Benchmark Proses Benchmark
1 Fase Perencanaan
(Planning Phase)
1. Mengidentifikasi objek benchmarking.
2. Mengidentifikasi organisasi pembanding.
3. Menentukan metode dan kerangka pengumpulan data.
2 Fase Analisis
(Analysis Phase)
4. Menentukan situasi saat ini dalam organisasi.
5. Mengidentifikasi perbedaan operasi antar organisasi
6. Mengidentifikasi kesenjangan kinerja operasi antar organisasi.
7. Memproyeksikan tingkat kinerja masa depan
3 Fase Integrasi
(Integration Phase)
8. Komunikasikan temuan benchmark dan dapatkan penerimaan.
9. Menetapkan tujuan fungsional.
4 Fase Tindakan
(Action Phase)
10. Mengembangkan rencana aksi.
11. Menerapkan tindakan khusus dan memantau kemajuan.
12. Mengkalibrasi ulang benchmarking.
5 Fase Pematangan
(Maturity Phase)
> Memasukkan praktik terbaik.
> Proses yang dilembagakan.

Manfaat Melakukan Benchmark

Manfaat melakukan benchmark akan menjadi pembahasan selanjutnya dalam artikel ini. Setelah sebelumnya kalian telah mempelajari pengertian benchmark, jenis-jenis benchmark dan proses benchmark. Kurang lebih terdapat enam manfaat yang bisa dihasilkan oleh organisasi jika melakukan benchmarking, yaitu :

1. Analisis Kompetitif

Manfaat benchmark yang pertama dalam artikel “pengertian benchmark” adalah analisis kompetitif. Merupakan suatu organisasi yang dapat mengidentifikasi bagian yang perlu ditingkatkan dengan cara membandingkan kinerja saat ini dengan kinerja pesaing. Dengan melakukan cara ini, maka organisai akan mendapatkan keuntungan strategis atas pesaing dan dapat meningkatkan pertumbuhan rata-ratanya.

2. Memantau Kinerja

Manfaat benchmark yang kedua dalam artikel “pengertian benchmark” adalah memantau kinerja. Dengan cara melakukan benchmarking, kita juga bisa melihat tren pada saat ini dalam bentuk data, sehingga memungkinkan suatu perusahaan untuk memproyeksikan tren masa depan dan hasil yang ingin dicapai. Benchmarking juga perlu dilakukan dengan cara berkelanjutan untuk memantau apakah perusahaan telah berhasil mencapai tujuannya atau tidak.

3. Perbaikan Secara Berkala

Manfaat benchmark yang ketiga dalam artikel “pengertian benchmark” adalah perbaikan secara berkala. Selain dengan cara memantau kinerja, peningkatan yang berkelanjutan  juga merupakan salah satu manfaat penting yang perlu didapatkan dari benchmarking. Peningkataan dan perbaikan tersebut juga seharusnya menjadi sesuatu yang dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

4. Perencanaan dan Penetapan Sasaran

Manfaat benchmark yang keempat dalam artikel “pengertian benchmark” adalah perencanaan dan penetapan sasaran. Setelah benchmarking selesai dilakukan, organisasi juga dapat menentukan tujuan dan metrik kinerja untuk meningkatkan kinerja. Sasaran ini merupakan target baru yang lebih kompetitif untuk sebuah perusahaan, tetapi juga harus realistis dan dapat dicapai sesuai terget.

5. Meningkatkan Rasa Kepemilikan

Manfaat benchmark yang kelima dalam artikel “pengertian benchmark” adalah meningkatkan rasa kepemilikan. Proses benchmarking perlu melibatkan para pegawainya untuk mendapatkan semua jawaban yang dibutuhkan. Dengan cara mendengarkan pendapat karyawan maka perusahaan akan memiliki pemahaman yang lebih baik lagi tentang peran setiap orang sehingga mendorong rasa memiliki dalam diri mereka sendiri.

Dengan begitu, karyawan akan merasa bangga dengan pekerjaan mereka dan juga berpengaruh terhadap kinerja yang lebih baik dan hasil akhir yang lebih berkualitas dari sebelumnya.

6. Memahami Kelebihan Perusahaan

Manfaat benchmark yang terakhir dalam artikel “pengertian benchmark” adalah memahami kelebihan perusahaan. Benchmarking dapat membantu mengidentifikasi posisi sebuah perusahaan dalam suatu industri saat ini. Jika perusahaan tersebut ingin meningkatkan bidang apa pun dalam bisnisnya, maka benchmarking merupakan cara untuk melihat bagaimana mereka dapat unggul dan menjadi lebih sukses dengan cara menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuannya tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang tertera di atas mengenai pengertian benchmark, jenis benchmark, proses benchmark dan manfaat benchmark. Dapat kita simpulkan bahwa benchmarking merupakkan suatu proses untuk mengukur dan membandingkan kinerja yang dilakukan oleh seseorang, unit kerja, departemen, ataupun organisasi.

Secara umum, tujuan utama dari benchmarking yaitu untuk memberikan pemahaman kepada organisasi mengenai produk atau kinerja saat ini. Dengan cara begitu, organisasi dapat dilakukan evaluasi serta menemukan cara terbaik untuk meningkatkan kinerja maupun kualitas produk. Semoga artikel yang berjudul “pengertian benchmark : jenis, proses dan manfaat” bermanfaat bagi kalian. Terima kasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa baca artikel lainnya dalam web ini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 879

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts