Pengertian dan Fungsi Advokat Secara Umum

  • Whatsapp
Pengertian dan Fungsi Advokat Secara Umum 1
Sending
User Rating 0 (0 votes)

Anda yang sudah terjun dalam dunia hukum dan kepengacaraan pastinya sudah mengetahui betul mengenai pengertian dan fungsi advokat dalam sistem peradilan di Indonesia. Namun bagi orang awam belum memahami dengan jelas apa itu peran advokat serta fungsinya dalam dunia hukum di tanah air.

Terkadang ada anggapan negatif di masyarakat di tanah air bahwa tugas advokat adalah membela klien walaupun kliennya (terdakwa) bersalah. Disitulah banyak cemoohan dari masyarakat terhadap profesi advokat. Misalkan : “Orang yang bersalah kenapa dibela? Tugas seorang advokat apakah membuat orang yang bersalah jadi tak bersalah?”

Stigma negatif yang muncul  dari masyarakat terhadap profesi advokat tak terlepas dari sepak terjang banyak advokat yang saat ini bertindak demikian. Mereka selalu fokus dalam membela kepentingan kliennya secara membabi buta walaupun itu salah. Bahkan terkadang seorang advokat melakukan berbagai cara untuk membela kepentingan klien. Seperti cara yang salah dan melanggar hukum. Seperti suap terhadap panitera, jaksa maupun hakim.

Adapun tujuan seseorang menekuni profesi advokat terbagi ke dalam berbagai macam. Ada yang bertujuan tak lain karena uang atau materi. Dan ada sebagian orang memilih profesi advokat karena ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Sebenarnya fungsi seorang advokat haruslah memberikan contoh  dan mengedukasi masyarakat mengenai penjelasan sistem hukum di Indonesia.

Pengertian Dan Fungsi Advokat

Pengertian dan Fungsi Advokat Secara Umum 1

Pemberitaan selebritis yang tersangkut kasus tertentu seperti pencemaran nama baik, narkoba, perceraian dan lain sebagainya di tayangkan di berbagai televisi swasta ikut melambungkan nama advokat yang mendampinginya. Seperti Hotman Paris Hutapea, Ruhut Sitompul, Sunan Kalijaga, Farhat Abbas dan advokat ternama lainnya. Mereka bak seorang selebritis dengan penghasilan yang fantastis dari profesi sebagai advokat.

Dalam sistem hukum di Indonesia mengakui beberapa unsur seperti jaksa, hakim dan advokat. Advokat merupakan orang dekat atau kepercayaan klien. Yang ia bertugas untuk memastikan segala persidangan hukum berjalan sesuai ketentuan aturan dan berjalan secara adil sesuai fakta persidangan.

Untuk menjadi seorang advokat seseorang dituntut untuk menguasai ilmu hukum. Dan semua itu bisa dipelajari dibangku kuliah dengan mengambil jurusan hukum Strata 1 (S1). Yang dilanjutkan dengan mengambil program studi profesi advokat.

Arti Advokat

Menurut bahasa, advokat sama dengan penasihat hukum maupun pengacara. Yang bertugas memberikan bantuan hukum pada kliennya yang sedang menghadapi kasus hukum atas masalah pidana maupun perdata.

Sistem peradilan perdata dan pidana di Indonesia mengakui adanya advokat untuk menjamin hak-hak klien dapat dipenuhi secara baik. Dan hukum berjalan atas ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, peran advokat memberikan keamanan bagi masyarakat yang sedang mengalami masalah hukum.

Berbeda dengan tugas jaksa, seorang advokat membela kepentingan klien (terdakwa). Sedangkan jaksa berperan untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan terdakwa. Lalu menuntutnya sesuai hukum yang berlaku. Tampaklah peran advokat sebagai penyeimbang dari serangan penuntut umum atau jaksa.

Di dalam persidangan yang advokat mengetahui bahwa kliennya melakukan kesalahan maka tugas seorang advokat akan melihat hal-hal yang bisa meringankan hukuman bagi kliennya. Ia berusaha keras untuk membebaskan terdakwa dari hukuman. Kalau tidak bisa, minimal ia meringankan hukuman bagi terdakwa yang dibelanya.

Penghasilan seorang advokat berasal dari klien (tersangka) yang tersangkut hukum. Penghasilan seorang advokat bisa mencapai milyaran rupiah sekali kasus hukum yang ditanganinya. Apalagi kasus hukum yang ditanganinya berhasil ia menangkan. Advokat yang memiliki penghasilan selangit ini ditempati oleh pengacara papan atas Indonesia. Seperti Hotman Paris Hutapea, Ruhut Sitompul, Farhat Abbas dan penasihat hukum lainnya.

Berdasarkan pendapat para ahli hukum ternama, seorang advokat haruslah bersikap netral selama menjalani proses persidangan. Ia hanya menjadi wali terdakwa yang memberikan bantuan hukum kepada terdakwa. Adapun yang menjadi dasar hukum adanya pengacara atau advokat adalah Pasal 37 UU Nomor 4 Tahun 2004 yang berbunyi : Setiap orang yang tersangkut kasus hukum berhak untuk mendapatkan bantuan hukum.”  Dengan demikian, kehadiran advokat sesuai dengan perintah undang-undang yang ada di Indonesia.

Fungsi Advokat

Seorang advokat mempunyai tugas, fungsi dan perannya di masyakarat. Sama seperti jaksa dan hakim, tugas seorang advokat adalah meluruskan keadilan dan kebenaran hukum. Meluruskan sesuatu yang salah menjadi benar. Dan memastikan agar sistem peradilan dan hukum bisa berjalan sesuai undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Memastikan pemberlakuan atau supremasi hukum untuk semua orang tanpa pandang bulu.

Pengertian dan Fungsi Advokat Secara Umum 2

Fungsi advokat sebenarnya bukan hanya membela kepentingan klien. Namun memastikan supaya kliennya dihukum secara adil dan sesuai dengan perbuatannya. Jika klien bersalah maka dihukum sesuai undang-undang.

Jika merasa kliennya berada di atas kebenaran maka advokat akan membela kliennya dengan berbagai cara. Salah satunya mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan yang belum pernah diungkap sebelumnya. Karena keputusan hakim akan berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Pendek kata, fungsi advokat adalah sebagai aparat yang bertugas untuk menjamin hukum berjalan di atas kebenaran yang diterapkan pada kliennya. Termasuk dalam menjamin terdapatnya unsur-unsur hak-hak asasi manusia di klien yang dibelanya. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2004 yang menegaskan : Setiap orang yang disangka bersalah, ditangkap dan ditahan serta di hadapkan pada sidang pengadilan harus dipersangkakan tak bersalah sebelum ada ketetapan hakim yang menyatakan ia bersalah dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Seseorang yang disangka dan ditangkap melakukan perbuatan terlarang yang melanggar hukum secara pidana maupun perdata biasanya langsung menunjuk advokat untuk dirinya. Peran advokat adalah memberikan rasa ketenangan dan kenyamanan bagi klien yang disangka, ditangkap dan dipenjara. Sehingga tidak lagi merasakan ketakutan pada saat diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Advokat akan mendampingi klien (tersangka) dan memberikan jaminan hak-hak tersangka dapat dipenuhi secara baik. Klien yang tak tahu apa yang harus dilakukan dalam menjalani proses hukum akan diberitahukannya secara sistematis. Sehingga ia merasakan ketenangan dan mengetahui hak-hak apa saja yang ia miliki.

Pendek kata,advokat berfungsi untuk memberikan layanan bantuan hukum kepada klien atau yang disangkakan. Advokat akan memberikan jaminan dan perlindungan kepada klien untuk mendapatkan hak-haknya berdasarkan aturan yang ada.

Perilaku advokat atau pengacara bertingkah yang aneh-aneh dalam membela kepentingan klien. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi di Jakarta Pusat, ada seorang advokat yang melakukan penyerangan terhadap seorang hakim pengadilan negeri. Ketika selesai membacakan vonis, sang hakim dipukul oleh advokat menggunakan sabuk hingga luka-luka. Disebabkan sang advokat tak puas atas keputusan hakim yang menjatuhkan vonis pada kliennya.

Kedudukan Advokat

Advokat menjadi salah satu penegak hukum di Indonesia yang sudah diakui oleh sistem pengadilan di Indonesia. Ia berada pada pihak terdakwa yang akan membantu proses peradilan agar berjalan secara baik dan benar sesuai ketentuan hukum.

Pengertian dan Fungsi Advokat Secara Umum 3

Kedudukan advokat sejajar dengan aparat penegak hukum lainnya seperti polisi, dan jaksa dalam sistem hukum di tanah air. Yang sama-sama seperti penegak hukum yang lain bertugas untuk menegakkan keadilan dan kebenaran hukum serta hak asasi manusia.

Kehadiran penegak hukum  advokat tidak bisa dipandang sebelah mata saat ini. Fungsi seorang advokat akan sedikit menentukan vonis hakim. Seorang advokat yang cerdas akan mampu meringankan bahkan membebaskan tersangka dari jeratan hukum berdasarkan fakta yang ada.

Seorang advokat turut serta menegakkan pondasi negara yakni dalam rangka menegakkan keadilan bagi semua masyarakat luas. Fungsi advokat lainnya memastikan yang salah dihukum. Dan orang yang tak bersalah dibebaskan atau tak dihukum. Lalu memastikan tersangka mendapatkan persamaan hukum bahwasanya setiap orang sama di mata hukum. Serta memastikan perlindungan hak-hak asasi manusia teraplikasi di kliennya.

Demikianlah pengertian dan fungsi advokat serta kedudukannya dalam sistem hukum Indonesia.  Semoga saja bermanfaat bagi para pembaca sekalian.