Pengertian Defisit : Faktor, Dampak Dan Solusi

  • Whatsapp
Pengertian Defisit

Pengertian defisit akan dibahas dalam artikal ini. Pernah kah kalian mendengar kata defisit atau dalam bahasa inggris “deficit”? Taukah kalian apa yang dimaksud dengan defisit? Dalam artikel ini akan dibahas apa itu defisit. Selain itu dalam artikel ini juga akan membahas mengenai faktor-faktor dari defisit, dampak apa saja dari defisit dan apa solusi yang bisa dilakukan ketika terjadi defisit. Silahkan mempelajari semuanya dibawah ini. Check this out:

Pengertian Defisit

Pengertian Defisit

Read More

Apa sih yang dimaksud dengan defisit (deficit)? Secara umum, pengertian defisit ialah suatu keadaan keuangan di dalam suatu organisasi atau pada lingkup negara, yang mana pengeluaran lebih besar ketimbang dengan pemasukan.

Pendapat lain menyatakan bahwa pengertian defisit ialah suatu keadaan kekurangan keuangan di dalam kas sebagai dampak dari pengeluaran yang lebih besar tinimbang penghasilan. Keadaan yang demikian sering dialami oleh banyak perusahaan dan juga negara-negara berkembang.

Keadaan defisit di dalam suatu negara bisa ditutupi dengan mengoptimalkan berbagai macam sumber keuangan negara, entah itu dari dalam negeri ataupun dari luar negeri. Di Indonesia, sendiri defisit APBN pernah terjadi sehingga mewajibkan pemerintah RI meminjam uang dari Bank Sentral, yakni Bank Indonesia dalam membiayai berbagai kebutuhannya.

Faktor Penyebab Defisit

Setelah mengetahui pengertian defisit, kalian perlu tau apa saja faktor penyebab defisit. Keadaan defisit pada suatu perusahaan atau negara tidak dapat terjadi begitu saja. Terdapat beberapa faktor utama yang sering menjadi pemicu terjadinya defisit. Menguraikan dari arti defisit yang sudah disebbutkan di atas, di bawah ini merupakan beberapa faktor dari penyebab terjadinya defisit pada suatu organisaasi atau negara :

1. Pembiayaan Pembangunan

Berdasarkan pengertian defisit yang telah dibahas diatas, faktor penyebab terjadinya defisit yang pertama adalah pembiayaan pembangunan. Tidak jarang pada sebuah negara berkembang melaksanakan investasi secara besar guna membiayai pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Pembiayaan tersebut bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan berbagai macam program pembangunan, misalnya:

  • Pembangunan pada infrastruktur.
  • Pengadaan sarana/ prasarana pertahanan dan keamanan.
  • Pembangunan sarana pengadilan serta lembaga pemasyarakatan.
  • Pembangunan pada sektor sosial (pendidikan dan kesehatan).
  • Program transmigrasi serta pembangunan daerah.
  • Program penanganan serta pengentasan kemiskinan (PPK dan P3DT).

2. Daya Beli Masyarakat Rendah

Berdasarkan pengertian defisit yang telah dibahas diatas, faktor penyebab terjadinya defisit yang kedua dapat juga dipicu oleh rendahnya daya beli dari masyarakat pada barang dan jasa dalam kebutuhan sehari-hari. contohnya sembako, sarana pendidikan, transportasi, BBM, serta listrik.

Keadaan yang demikian selanjutnya akan membuat pemerintah memberi subsidi kepada bermacam kebutuhan supaya masyarakat yang memiliki penghasilan rendah bisa membeli kebutuhan tersebut. Pemberian subsidi tersebut akhirnya membuat keadaan menjadi defisit pada kas negara sebab besarnya pengeluaran.

3. Nilai Tukar Mata Uang Melemah

Berdasarkan pengertian defisit yang telah dibahas diatas, faktor penyebab terjadinya defisit yang ketiga adalah semakin melemahnya nilai tukar mata uang suatu negara. Indonesia adalah salah satu negara yang melaksanakan pinjaman dari luar negeri. Maka dari itu, setiap kali terdapat perubahan nilai dari mata uang asing, terutama dollar Amerika, maka Indonesia bakal terkena efeknya.

Pinjaman uang dari luar negeri tersebut dihitung menggunakan valuta asing, sedang untuk pembayaran utang tersebut dihitung menggunakan rupiah. Pada saat terjadi depresiasi mata uang rupiah, maka utang luar negeri tersebutpun akan semakin besar.

4. Penyimpanan Realisasi dari Rencana

Berdasarkan pengertian defisit yang telah dibahas diatas, faktor penyebab terjadinya defisit yang keempat adalah penyimpanan realisasi dari rencana. Setiap kali APBN dirancang, pemerintah pastinya telah membuat rencana mengenai sumber keuangan negara. Tetapi, tidak jarang realisasi dari penerimaan negara tidak sampai pada target yang telah ditentukan sehingga banyak program yang tidak bisa dilaksanakan.

Pemotongan biaya pun juga sering dilakukan di dalam beberapa program sebab penerimaan negara tidak sesuai dengan target. Hal ini menyebabkan program tidak bisa berjalan secara maksimal dan setiap tahun pemerintah perlu menutup kekurangan tersebut sehingga berpengaruh pada rancangan APBN.

5. Pengeluaran Saat Inflasi

Berdasarkan pengertian defisit yang telah dibahas diatas, faktor penyebab terjadinya defisit yang kelima adalah banyaknya pengeluaran saat inflasi. Pada saat penyusunan APBN di awal tahun, pemerintah memakai standar harga yang sudah ditetapkan. Tetapi, harga bisa mengalami perubahan dan biasanya meningkat setiap tahun.

Sewaktu terjadi inflasi yang tidak terduga, maka beban biaya dalam berbagai program pemerintah bakal meningkat sedang untuk anggaran telah ditetapkan. Dampaknya, APBN mengalami revisi dan pemerintah perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Dampak Defisit Secara Umum

Selain Pengertian defisit dah faktor yang mempengaruhi terjadinya defisit, kalian juga perlu mengetahui dampak defisit secara umum. Keadaan defisit mampu memberikan efek buruk untuk keberlangsungan suatu organisasi secara keseluruhan. Sejalan dengan arti dari defisit, di bawah ini merupakan beberapa dampak yang diakibatkan keadaan defisit :

  • Tingkat Suku Bunga : Keadaan defisit bisa ditandai dengan berkurangnya pengeluaran karena penerimaan yang lebih sedikit. Supaya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat maka pemerintah perlu menambah modal. Hal tersebut akan menyebabkan tingkat suku bunga mengalami peningkatan.
  • Tingkat Inflasi : Keadaan defisit juga bisa dilihat dari adanya kecenderungan kenaikan harga-harga atau inflasi. Hal ini bisa terjadi sewaktu pemerintah melakukan pengeluaran guna program jangka panjang yang belum memberikan hasil. Dalam masalah ini, daya beli masyarakat boleh saja meningkat. Tetapi, output yang didaptkan tidak sesuai dengan permintaan yang akhirnya menimbulkan inflasi.
  • Konsumsi dan Tabungan : Keadaan inflasi sebab defisit anggaran bisa mengurangi pendapatan riil masyarakat. Hal tersebut kemudian bisa membuat masyarakat mengurangi tingkat konsumsi dan tabungannya. Tetapi, pada sisi lain tabungan memiliki peranan yang penting dalam mendorong investasi. Atau dengan kata lain, defisit anggaran bisa menyebabkan terjadinya penurunan tingkat investasi.
  • Tingkat Pengangguran : Masih berkaitan dengan poin yang sebelumnya, penurunan tingkat investasi bisa memiliki dampak pada meningkatnya angka pengangguran. Suku bunga yang meningkat dan penurunan investasi dapat membuat banyak proyek berhenti yang ahirnya terjadi pengurangan tenaga kerja dan diikuti dengan pengangguran yang semakin bertambah.

Cara Mengatasi Defisit Anggaran

Berdasarkan pengertian defisit dan faktor yang menyebabkan terjadinya defisit, dapat diambil solusi dari defisit anggaran. Keadaan defisit bisa diatasi dengan melaksanakan berbagai macam usaha, baik pada sisi penerimaan ataupun pengeluaran. Di bawah ini merupakan beberapa cara untuk mengatasi defisit :

1. Dari Sisi Penerimaan

Berdasarkan dari sisi penerimaan, solusi pertama untuk mengatasi defisit anggaran dari sisi penerimaan sebagai berikut:

  • Melakukan pinjaman dari Bank, hal ini dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat dan perlu diikuti pula dengan peningkatan dari jumlah barang yang diproduksi.
  • Menerbitkan Obligasi, hal ini dapat menaikkan penyerapan uang masyarakat serta menambah pemasukan negara.
  • Meminjam dari luar negeri, ini dimanfaatkan guna menjalankan proyek yang produktif erta efisien yang mana pembayaran cicilannya diambil dari pajak.
  • Meningkatkan penerimaan pajak, hal ini bisa menambah pemasukan kas negara.

2. Dari Sisi Pengeluaran

Berdasarkan dari sisi pengeluaran, solusi pertama untuk mengatasi defisit anggaran dari sisi penerimaan sebagai berikut:

  • Mengurangi subsidi, pengurangan dari subsidi tersebut dilakukan guna mengurangi pengeluaran negara yang sangat besar, contohnya subsidi pada BBM, Listrik, dan yang lainnya.
  • Pengurangan pengeluaran rutin, contohnya biaya untuk perjalanan dinas, rapat, seminar, listrik, serta pengeluaran rutin yang lain.
  • mempriorotasan pengeluaran prioritas, sewaktu defisit pemerintah akan lebih memprioritaskan progam-program yang cepat dalam menghasilkan. Sedangk untuk proyek jangka panjang dan dengan biaya besar bakal ditunda.
  • Memotong biaya dari program tertentu, pembiayaan sejumlah program pemerintah yang tak mendorong pertumbuhan sektor riil, pajak, erta devisa perlu dikurangi atau dipotong

Kesimpulan

Demikianlah ringkasan tulisan kami mengenai Pengertian Defisit. Defisit dapat diartikan sebagai suatu keadaan keuangan di dalam suatu organisasi atau pada lingkup negara, yang mana pengeluaran lebih besar ketimbang dengan pemasukan. Selain itu dalam artikel ini juga telah dibahas faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya defisit, dampak dari defisit dan solusi bila terjadinya defisit.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Kami harap dengan adanya tulisan di atas dapat memberikan manfaaat dan wawasan keilmuan kepada kalian sekalian. Jangan lupa baca artikel-artikel lainnya dalam web ini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 789

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts