Pengertian Dividen : Jenis, Teori Dan Contoh

  • Whatsapp
Pengertian Dividen

Pengertian dividen akan dibahas dalam artikel ini. Pernahkah kalian mendengar kata dividen? Taukah kalian apa pengertian dividen? Taukah kalian kalau dividen memiliki beberapa jenis? Apa saja jenis-jenis dividen? Teori apa saja yang menunjang kebijakan dividen? Seperti apa contoh dividen?

Dalam artikel ini akan menjawab semua pertanyaan diatas. Selain akan membahas pengertian dividen, pembahasan selanjutnya adalah jenis-jenis dividen, teori yang menunjang kebijakan dividen, contoh dividen, dan tambahan pembahasan mengenai pengeruh kebijakan dividen terhadap risiko bisnis.

Read More

Pengertian Dividen

Pengertian Dividen

Secara umum, pengertian dividen ialah suatu bentuk dari pembagian keuntungan atau laba terhadap para pemilik saham pada satu periode tertentu berdasar banyaknya saham yang dipunyai oleh pemegang saham tersebut. Pendapat lain menyatakan bahwa, pengertian dividen ialah suatu pembayaran yang dilaksanakan terhadap para pemegang saham dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Kebijakan dividen memiliki pengaruh yang besar pada laba dan kas di perusahaan dan cenderung lebih menguntungkan para pemegang saham apabila tidak dikelola menggunakan kebijakan yang tepat.

Sebuah perusahaan bisa saja tak ingin membagikan dividen dengan tujuan penggunaan laba dalam melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis.

Tetapi, pada umumnya perusahaan menerbitkan dividen yang berguna dalam meningkatkan kepercayaan dari para pemilik saham pada jangka yang panjang, juga untuk menarik investor baru yang tengah mencari sumber pendapatan tetap.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli pada bidang ilmu ekonomi pernah menguraikan mengenai pengertian dividen, berikut di antaranya:

1. Scott Besley dan Eugene F. Brigham

Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen ialah pembagian uang tunai yang dilaksanakan oleh para pemilik saham atas keuntungan yang didapat perusahaan, entah itu laba yang diperoleh dari periode yang tengah berjalan maupun laba dari periode yang sebelumnya.

2. Zaki Baridwan

Menurut Baridwan (1997), pengertian dividen ialah bagian dari laba yang dibagikan untuk para pemilik saham yang besarannya sesuai dengan jumlah dari lembar saham yang dipegang oleh pemilik saham tersebut. Besar dari dividen yang diperoleh pemilik saham dapat mengalami perubahan dari tahun ke tahun, sesuai dengan besar keuntungan pada tahun berikutnya.

3. Nikiforos K. Laopodis

Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen ialah pembayaran secara tunai yang dilaksanakan oleh perseroan terhadap para pemilik saham. Dividen tersebut mewakilkan pemilik saham kepada penerimaan langsung atau tidak langsung atas investasi mereka pada perusahaan.

4. Jamie Pratt

Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen ialah distribusi uang tunai, properti, atau saham terhadap para pemilik saham dari sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan sekali, dan besarnya diumumkan dari basis per lembar saham.

5. Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso

Menurut Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011), pengertian dividen ialah distribusi yang dilaksanakan oleh perusahaan terhadap para pemilik saham secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham. Bisa juga dikatakan bahwa, para investor hanya menerima keuntungan sesuai dengan persentase investasinya pada perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Dividen Dalam Bisnis

Secara umum, pengertian dividen di dalam bisnis dan perusahaan terbagi menjadi beberapa jenis yang didasar padakan metode pembagiannya. Mengacu dari pengertian dividen di atas, di bawah ini merupakan beberapa macam dividen dalam bisnis:

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)

Pengertian dividen tunai atau cash dividend merupakan metode pembayaran laba secara tunai serta dikenakan pajak hanya pada tahun kerika pengeluarannya.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)

Pengertian dividen saham atau stock dividend merupakan metode pembagian dividen yang dilaksanakan dengan penambahan jumlah saham tetapi mengurangi nilai dari setiap saham yang tujuannya supaya tidak mengubah kapitalitas pasar.

3. Dividen Properti (Property Dividend)

Pengertian dividen properti atau property dividend merupakan metode pembagian dividen yang dibayarkan dalam bentuk aset seperti di bisnis properti, tetapi metode ini jarang dipakai dalam bisnis.

4. Dividen Interim (Interim Dividend)

Pengertian dividen interim (interim dividend) merupakan dividen yang diumumkan dan dibayarkan sebelum perusahaan selesai dalam membukukan laba tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)

Pengertian dividen hutang (scrip dividen) merupakan pembagian dividen terhadap para pemilik saham pada bentuk janji tertulis yang mana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa depan. Dividen scrip dapat berupa bunga atau tidak berbunga, dan dapat diperjualbelikan pada para pemilik saham yang lain.

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Jenis dividen yang terakhir adalah Dividen likuidasi. Pengertian dividen likuidasi merupakan dividen yang dikeluarkan ketika dewan direksi hendak melaksanakan likuidasi bisnis dan mengembalikan seluruh aset bersih yang tersisa pada para pemilik saham yang berupa uang tunai.

Teori Kebijakan Dividen

Setelah mengetahui penjelasan mengenai pengertian dividen dan jenis-jenis dividen. Pembahasan selanjutnya mengenai teori kebijakan dividen. Berikut beberapa teori kebijakan dividen:

1. Teori Dividen Tidak Relevan

Menurut Modiglani dan Miller, nilai dari sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, namun ditentukan oleh jeuntungan bersih sebelum pajak serta kelas resiko perusahaan. Atau dengan kata lain, kemampuan dari perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari asset perusahaan merupakan faktor penentu nilai dari perusahaan tersebut.

2. Teori The Bird in The Hand

Menurut Linter dan Gordon, saat Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri bakal meningkat. Hal tersebut karena investor lebih memilih dividen daripada capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak

Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak dikenakan pada dividen dan capital gains. Tetapi, para investor lebih menyukai capital gains sebab pemilik saham bisa menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis

Terdapat bukti empiris yang menyatakan bahwa apabila ada kenaikan dividen maka akan diikuti pula dengan kenaikan harga saham. Begitu pun sebaliknya. Hal ini menjadi alasan lain kenapa para investor lebih suka dividen daripada capital gains.

5. Teori Clientele Effect

Dari teori ini, para pemilik saham memiliki sudut pandang yang berbeda kepada kebijakan dividen dari sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai para investor yang membutuhkan penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu membutuhkan hasil saat ini akan lebih cenderung memilih apabila perusahaan menahan sebagian besar jeuntungan bersih perusahaan.

Contoh Penghitungan Deviden

Berdasarkan pengertian dividen diatas. Sebelumnya, kita harus paham bahwa di dalam dividen saham memiliki tiga komponen data, yakni: Laba bersih perusahaan (EPS), Dividen Payout Ration (DPR) dan Jumlah saham beredar (khusus untuk perusahan yang tidak go public).

Di bawah ini merupakanilustrasi contoh penghitungan dari dividen saham:

Contohnya sebuah perusahaan mempunyai 10.000.000 lembar sahamĀ  yang tersebar dan menghasilkan laba bersih Rp 1.500.000.000,-. Kebijakan Pembagian Dividen Perusahaan (DPR) ialah sebesar 40% dari keuntungan bersih dibagikan sebagai dividen terhadap para pemilik saham.

Maka penghitungan dividen perusahaan di atas ialah

Dividen = Laba Bersih x DPR = Rp 1.500.000.000 x 40% = Rp 600.000.000,-.

  1. Dividen per saham = Dividen/ saham tersebar = Rp 600.000.000,-/ 10.000.000 = Rp 60 per lembar saham.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Risiko Bisnis

Pembahasan terakhir dalam artikel pengertian dividen adalah mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap risiko bisnis. Berikut beberapa pengaruh dari kebijakan dividen terhadap risiko bisnis:

1. Dividen Bisa Menjadi Sumber Konflik

Kebijakan dari pembayaran dividen dapat menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dan pemegang saham yang hasilnya dapat terciptanya biaya keagenan hutang.

2. Ketika Dividen Ditiadakan

Dividen yang dibatasi pada perjanjian hutang perusahaan memiliki berisiko pada rendahnya konversi dividen sebab perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dalam sumber dana atau kas perusahaan.

Manajer perusahaan tidak jarang meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru bisa menjadi beban perusahaan dalam membayar lebih besar kepada pemilik saham ketimbang saat mereka membagikan dividen pada jumlah rendah.

Meniadakan dividen merupakan pilihan yang buruk untuk suatu perusahaan yang sedang kesulitan dana, sebab para pemilik saham bisa saja merasa dirugikan serta meminta bagian yang lebih.

3. Ketika Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan dividen bagi para investor padahal hutangnya tinggi, dapat menjadi prespektif negatif untuk investor tersebut. Hal tersebut dikarenakan diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi yang lain dengan mengabaikan kepentingan dalam pembayaran hutang. Pastinya hal ini membuat perusahaan rawan akan resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang dapat memberikan dividen besar serta tanggungan hutang yang sedikit dapat menjadi daya tarik untuk investor lain. Perusahaan akan dinilai mempunyai kemampuan moril dan finansial dalam mengelola perusahaan dengan benar tanpa adanya belenggu hutang.

5. Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga bisa memiliki pengaruh pada penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas tidak jarang dihasilkan dari pemanfaatan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Kesimpulan

Demikianlah artikel kami mengenai Pengertian Dividen. Dapat disimpulkan bahwa pengertian dividen adalah pembagian laba yang dilaksanakan oleh perseroan terhadap para pemilik saham. Selain pengertian dalam artikel ini juga telah membahas mengenai jenis dividen, teori dividen, contor dividen dan pengaruh kebijakan dividen terhadap risiko bisnis.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan anda sekalian. Jangan lupa baca artikel lain dalam web ini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 879

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts