Pengertian Return On Equity : Definisi dan Perbedaan

  • Whatsapp
Pengertian Return On Equity
Pengertian Return On Equity

Pengertian return on equity adalah jumlah laba yang bisa diperoleh oleh suatu perusahaan dalam setiap uang yang diinvestasikan oleh investor. Satuan yang dipergunakan adalah prosentase. Untuk memudahkan dalam pelafalan, orang sering menyingkatnya dengan istilah ROE yang kependekan dari Return On Equity.

ROE menjadi tolok ukur seorang pemegang saham untuk menginvestasikan uangnya di perusahaan tersebut atau tidak. Dalam satu contoh. Misalkan ROE sebuah perusahaan sebesar 100 persen. Ini menunjukan bahwa dalam satu rupiah uang maka para investor bisa memperoleh keuntungan bersih sebesar satu rupiah pula. Rasio return on equity ini menampilkan sebuah perusahaan yang berjalan secara efektif dan efisien.

Read More

Rasio perbandingan return on equity menjadi  bahan penilaian seberapa efektif dan efisien manajemen sebuah perusahaan. Dan calon pemegang saham dapat mengukur laba bersih yang akan diperolehnya saat investasi uang dijalankan. Sehingga investasi mereka tidak sia-sia. Bahkan sebaliknya, sangat menguntungkan.

Pengertian ROE Menurut Para Ahli

Pengertian Return On Equity
Pengertian Return On Equity

Agus Sartono salah seorang ahli ekonomi asal Indonesia menilai pengertian return on equity adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih bagi para investor. Adapun besaran ROE berbeda-beda tergantung banyak aspek seperti bidang industri yang dilakoni, besaran uang yang diinvestasikan dan seberapa besar utang perusahaan.



Houston dan Brigham melihat ROE sebagai alat untuk mengukur besaran keuntungan dari hasil investasi dalam suatu perusahaan. Dan menurut pakar ekonomi yang lain seperi Kasmir bahwa ROE merupakan suatu bentuk prosentase laba bersih pasca dikurangi pajak yang dapat diperoleh oleh pemegang saham.  Semakin besar angka ratio return on equity maka semakin sehat perusahaan dan semakin menguntungkan usaha tersebut.

Pengertian Return On Equity

Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda dalam menghasilkan uang. Namun jumlahnya tentu berbeda-beda tergantung kemampuan orang itu sendiri. Hal inilah yang bisa digambarkan dengan return on equity adalah kemampuan perusahaan dalam mengembalikan keuntungan bagi para pemegang saham dalam bentuk prosentase.

Bunyi hukum return on equity adalah semakin tinggi nilai rasio equity maka semakin bagus kinerja perusahaan. Sehingga menarik minat investasi dari para calon investor. Sebab para pemegang saham dapat memperoleh laba yang besar. Penggunaan perhitungan ROE umumnya diaplikasikan pada pembelian saham perusahaan di Bursa efek Indonesia.




Dalam menginvestasikan uangnya pada suatu saham perusahaan maka seorang investor tidak sembarangan. Ia melihat secara seksama kinerja perusahaan tersebut dari berbagai hal. Seperti pelayanan kepada masyarakat luas, return on equity, return on investment, return on sales dan prospek di masa depan.

Dengan adanya patokan-patokan di atas merupakan indikator dalam menentukan arah kebijakan investasi bagi calon pemegang saham. Salah satu aspek yang sangat penting dinilai adalah return on equity. Yang dapat dipergunakan untuk meninjau kemampuan perusahaan dalam mencetak keuntungan bersih atau laba bagi para pemegang saham dan investor.

Semakin besar angka return on equity maka semakin bagus perusahaan itu. Sehingga anda dapat menilai kinerja dan performa dari semua perusahaan berdasarkan angka ROE. Dan anda dapat memilih berinvestasi di perusahaan yang memiliki tingkat angka tertinggi dalam return on equity.

Manfaat Return On Equity

Adapun yang menjadi manfaat analisis terhadap return on equity atau ROE adalah untuk melihat sejauhmana efektiftas kinerja manajemen perusahaan. Sehingga investasi uang bisa cepat balik modal dan menguntungkan. Uang yang diperoleh dari investor dapat menumbuhkan atau meningkatkan laba perusahaan dan membiayai operasional usaha.




Dengan demikian, tolok ukur keuntungan yang dilihat oleh para pemegang saham adalah dari segi return on equity. Dan hal ini tak berlaku bagi perusahaan. Suatu perusahaan melihat keuntungan berdasarkan return on sales ataupun net profit margin.

Suatu calon pemegang saham akan lebih tertarik kepada perusahaan yang memiliki tingkat rasio return on equity sangat tinggi. Lebih tinggi itu akan lebih baik. Karena return keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar.

Rumus Return On Equity

Untuk rumus perhitungan Return on Equity disingkat ROE atau rasio pengembalian ekuitas adalah : keuntungan bersih selepas dipotong pajak. Secara bakunya rumus ROE adalah Laba dipotong pajak. Inilah yang disebut ekuitas dari investor atau pemegang saham.

Contoh Perhitungan Return On Equity

Sebuah laporan neraca keuangan dijabarkan bahwa perusahaan Indofood yang bergerak dalam bidang consumer goods mempunyai keuntungan bersih Rp 500 juta per tanggal 31 Oktober 2019. Sedangkan uang yang diinvestasikan para pemegang saham sebesar Rp 800 juta. Jadi seberapa besar return on equity ?

Berdasarkan rumus di atas maka perhitungan sangat mudah. Return on equity = keuntungan bersih setelah pajak. Rp 500 juta dibagi Rp 800 juta = 62,5 persen. Sehingga prosentase ROE perusahaan Indofood pada tahun 2019 sebesar 62,5 persen.

Perbedaan ROE dan ROI

Dalam dunia investasi, bisnis dan perusahaan pada dasarnya bukan hanya mengenal istilah return of equity (ROE). Tapi juga mengenal dengan istilah return on sales disingkat ROS dan return on investment disingkat ROI. Ketiganya hampir serupa dalam bidang finansial tapi tak sama pengertiannya.



Definisi Return on equity adalah besaran persentase yang didapatkan oleh para pemegang saham dari hasil investasi pada suatu perusahaan. Patokan ini menunjukan kinerja manajemen perusahaan. Semakin tinggi persentase ROE maka semakin bagus performa perusahaan dan layak untuk dijadikan sarana investasi yang potensial.

Sedangkan return on investment (ROI) berpatokan juga pada hasil dalam satuan prosentase. Namun yang menjadi letak perbedaannya adalah adanya penentuan jangka waktu tertentu. Misalkan dalam periode tertentu dapat menghasilkan return di kisaran tertentu.

Pendek kata, perbedaan ROE dan ROI terletak pada masa atau jangka waktu. ROE tak memerhatikan aspek periode. Namun berdasarkan besaran keuntungan. Adapun Return on investment memperhatikan jangka waktu tertentu maka akan mendapatkan return sekian berdasarkan persen.

Penerapan Return on investment biasanya digunakan para investasi properti rumah maupun tanah. Contohnya return on investement properti di wilayah Bandung dikisaran Rp 30 persen dalam waktu satu tahun. Sedangkan di wilayah Cimahi ROI sebesar Rp 40 persen pertahun. Sehingga para investor lebih memiih investasi properti di daerah Cimahi yang memiliki return on investment lebih besar dalam periode satu tahun.



Misalkan : Bapak Komar membeli satu unit rumah sederhana di daerah Jakarta dengan harga Rp 100 juta. dalam waktu satu tahun, harga rumah mengalami kenaikan sebesar Rp 110 juta. Kemudian Bapak Komar menjual rumah itu sesuai harga pasaran sebesar Rp 110 juta. Berarti Bapak Komar memperoleh laba hasil investasi rumah sebanyak Rp 10 juta pertahun. Jika dihitung berdasarkan prosentase maka return on investment sebesar 10 persen pertahun.

Demikian pengertian return on equity dan rumus serta contoh perhitungan dan manfaatnya.  Jika masih ada sedikit kekurangan dalam artikel ini maka anda bisa memberikan saran dan kritik kepada penulis yang sifatnya membangun.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 10982

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts