Pengertian Return on Investment : Definisi dan Cara

  • Whatsapp
Pengertian Return on Investment
Sending
User Rating 0 (0 votes)

Pengertian return on investment yang disingkat ROI adalah perbandingan laba yang dapat diperoleh dari suatu perusahaan. Dalam menjalankan sebuah roda bisnis maka setiap perusahaan tentu mengharapkan keuntungan. Adapun besaran profit berbeda-beda tergantung kinerja usaha itu sendiri. Walaupun pada dasarnya setiap usaha mengharapkan keuntungan sebesar mungkin.

Untuk mengembangkan sebuah usaha, perusahaan tidak bisa mengandalkan modal usaha sendiri yang bersifat terbatas. Namun memerlukan bantuan modal dan suntikan modal usaha berupa uang untuk pengembangan aset dan usaha. Oleh sebab itu, beberapa perusahaan mendaratkan usahanya di Bursa Efek Indonesia untuk mendapatkan tambahan modal usaha.

Read More

Para calon investor berusaha menghitung return on investment. Imbal balik hasil investasi yang lebih tinggi tentu membuat para calon pemegang saham tertarik menanamkan uangnya pada perusahaan itu ketimbang perusahaan yang memberikan imbal balik hasil lebih rendah.

Pengertian Return On Investment Secara Umum

Pengertian Return on Investment

Bagi seorang investor (yang telah menjelaskan tentang pengertian return on investment) yang diharapkan adalah keuntungan dan keuntungan. Profesi ini berdasarkan penilaian Robert T Kiyosaki merupakan salah satu jalur tercepat menuju kebebasan finansial. Disamping menekuni sebuah bisnis.

Cara menghitung return on investment dilakukan secara cermat, ketat dan pengamatan mendalam. Contoh : Ada suatu perusahaan perdagangan yang menjual barang-barang elektronik. Keuntungan bersih yang diperoleh berasal dari penjualan yang dipotong biaya transportasi dan lain-lain. Dalam satu hari atau satu bulan dapat dihitung berapa besar margin keuntungan bersih yang didapatkan.

Itulah yang dilihat seorang investor yakni melihat kinerja suatu perusahaan. Apakah perusahaan itu menguntungkan atau tidak? Lalu seberapa besar keuntungan yang didapatkan perbulan? Kemudian seberapa besar rasio laba yang dapat diperoleh setelah menanamkan uang pada usaha tersebut. Itulah pertanyaan yang selalu dilontarkan calon investor.

Penghitungan return on investment dilakukan sebelum investasi dilakukan. Hal ini perlu dilaksanakan untuk menghindari kegagalan investasi. Sebab sangat rugi investasi yang dilakukan menjadi sia-sia disebabkan tanpa adanya perhitungan yang cermat dan baik. Calon investor akan berusaha investasi dilakukan secara efektif dan efisien.

Pengertian Return on Investment (ROI) menjadi salah satu sarana untuk menghitung prosentase keuntungan investasi. Dalam bahasa keuangan disebut juga Return on Total Assets. Dalam arti sebuah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi investornya.

Pengertian Return On Investment Secara Khusus

Investasi adalah sebuah upaya menanamkan uang pada sebuah sektor usaha dengan harapan mendapatkan hasil lebih banyak dari yang diinvestasikan. Untuk lebih mudahnya mengetahui arti sesungguhnya investasi dapat melihat salah satu ayat dalam Al Quran yang berbunyi :”Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah laksana satu bulir padi yang menghasilkan tujuh bulir. Dalam setiap bulirnya tumbuh tujuh bulir lainnya. Allah melipatgandakan pahala orang-orang beriman”.

Lalu investasi semacam apa yang mampu menghasilkan keuntungan berlipat? Dari seribu rupiah berkembang menjadi seratus milyar? Tentu banyak sekali investasi sepert itu. Salah satunya investasi dalam sektor bisnis. Dari modal seratus ribu rupiah bisa berubah menjadi modal aset jadi ratusan juta rupiah.

Manusia tidak bisa dilepaskan dari aktifitas kerja sehari-hari. Adapun esensi kerja itu sendiri untuk mendapatkan keuntungan. Misalkan anda bekerja di sebuah pabrik untuk mendapatkan gaji dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

Begitupula seseorang melakukan suatu bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Inilah yang disebut investasi. Dimana anda menanamkan uang untuk bisnis. Dan bisnis akan semakin berkembang hingga modal uang dapat balik secara cepat dan menjadi penghasilan rutin secara aktif maupun pasif.

Investasi bukan hanya dapat dilakukan pada sektor bisnis. Tapi juga bisa dilaksanakan pada sektor properti. Misalkan apartement, rumah kontrakan, kost-kostan, hotel, penginapan, perumahan, tanah potensial, ruko dan lain sebagainya.

Cara Menghitung ROI Keuangan

Contoh soal roi dan penyelesaiannya dapat dilihat dari uraian berikut ini :

Cara Hitung ke-1 ROI

Bapak Mamat telah membeli satu unit rumah seharga Rp 100 juta. 2 tahun kemudian, harga properti tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp 130 juta. Karena sedang membutuhkan uang, Pak Mamat menjual rumah itu seharga Rp 120 juta.

Untuk menghitung besaran return on investment (ROI) dimulai dengan mengetahui keuntungan bersih kemudian dikurangi dengan modal investasi awal. Dalam contoh ini : Rp 120 juta : Rp 100 juta = Rp 20 juta dikalikan 100 persen = 20 persen. Sehingga besaran ROI yang didapatkan dari hasil investasi Bapak Mamat sebesar 20 persen.

Cara Hitung ke-2 ROI

Bapak Tono membeli sebuah rumah yang mengalami kerusakan. Kerusakan ringan tersebut segera diperbaiki dan total pembelian rumah sampai biaya renovasi menghabiskan uang sebesar Rp 30 juta. Harga jual rumah tersebut di pasaran diprediksi sebesar Rp 45 juta. Maka penghitungan ROI adalah Rp 45 juta dikurangi Rp 30 juta = Rp 15 juta dikali 100 persen =  15 persen.

Manfaat ROI (Return On Investment)

Dalam mengoperasikan sebuah bisnis dan investasi tidaklah mudah. Seseorang perlu merencanakan dan memperhitungkan secara matang. Perhitungan harus dilakukan secara cermat baik secara kasat mata maupun tak kasat mata.

Salah satu perhitungan yang sering dilakukan oleh calon investor adalah melihat return on investment (ROI) sebuah perusahaan, arus kas, dan modal perusahaan tersebut. ROI adalah sebuah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan uang investor untuk menghasilkan keuntungan yang dihitung berdasarkan satuan persentase.

Adapun yang menjadi manfaat adanya rumus return on investment (ROI) adalah memudahkan calon investor untuk menghitung berapa besar keuntungan yang bisa didapatkan jika uangnya di investasikan pada perusahaan itu. Kemudian bermanfaat untuk menganalisis efektifitas penjualan dan produksi pada sebuah usaha.

Yang paling penting dari semua itu, ROI bermanfaat sebagai alat kontrol dan perencanaan yang akan mempengaruhi keputusan di masa datang. Nilai roi yang baik adalah berdasarkan tingginya tingkat prosentase. Semakin tinggi nilai roi dalam prosentase maka semakin baik investasi pada perusahaan tersebut.

Kelebihan

Adapun yang menjadi kelebihan rumus return on investment adalah sebuah alat ukur seberapa besar laba yang dapat dihasilkan per item barang yang dijual. Contohnya : perusahaan dagang memiliki banyak barang yang dijual. Bahkan bisa mencapai ribuan produk. Setiap produknya memiliki harga dan keuntungan yang variatif. Disinilah pentingnya menghitung keuntungan setiap produk yang menjadi acuan besaran Return On Investment.

Fungsi akuntansi diterapkan secara cermat dalam menghitung ROI. Sehingga profit yang dihasilkan lebih optimal. Selain itu, modal yang dikeluarkan dapat berdaya guna, potensial dan tak terlalu banyak modal uang yang terbuang sia-sia. Untuk Rumus ROI (Return On Investment) = keuntungan atas investasi dibagi investasi keseluruhan dikali 100 (persen).

Kelemahan

Yang menjadi kekurangan ROI adalah perbedaan antara setiap perusahaan dan terkadang sangat sulit untuk menghitung besaran return on investment pada suatu perusahaan disebabkan banyak faktor. Salah satunya faktor kebijaksanaan perusahaan.

Demikianlah arti return on investment dan cara menghitung, manfaat, kelebihan dan kekurangannya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi sobat sekalian.

Related posts