Pengertian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

  • Whatsapp
Pengertian Siklus Akuntansi Perusahaan
Sending
User Rating 0 (0 votes)

Pengertian siklus akuntansi perusahaan dagang adalah suatu kegiatan pembuatan laporan finansial perusahaan dagang dalam masa ditentukan. Jurnal laporan dibuat secara detail dan sistematis diawali dari transaksi yang dilakukan hingga terciptanya sebuah jurnal finansial perusahaan dagang. Yang ditutup dengan penutupan saldo.

Sebelum menjelaskan inti dan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang maka marilah kita mulai dengan memahami pengertian perusahaan dagang itu sendiri. Perusahaan dagang adalah sebuah jenis badan usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan.

Read More

Bisa juga diartikan sebuah perusahaan dagang adalah suatu jenis usaha yang inti bisnis adalah membeli produk dari distributor. Kemudian menjual lagi ke tangan konsumen tanpa adanya perubahan bentuk produk itu sendiri.

Contoh konkrit adalah supermarket dan toko atau warung kelontong. Aktifitas usaha dagang ini lebih mudah dan simpel. Yang diperlukan adalah pembelian produk di produsen atau distributor terpercaya, berkualitas baik dan termurah. Selesai membeli produk tersebut dilanjutkan dengan pengenalan produk dan promosi atau penawaran barang ke konsumen. Umumnya produk yang dibeli lalu dijual adalah barang-barang keperluan sehari-hari.

Pengertian Siklus Akutansi Perusahaan Dagang

Pengertian Siklus Akuntansi Perusahaan

Pengertian siklus akuntansi perusahaan dagang akan sama dengan siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur dan jasa. Segala transaksi wajib dicatat dan dibukukan dalam bentuk jurnal laporan. Yang diakhiri dengan pembuatan jurnal laporan keuangan perusahaan dalam tempo tertentu.

Manfaat Siklus Akuntansi Dagang

Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan siklus akuntansi merupakan suatu bentuk data pertanggungjawaban dalam periode tertentu selama perusahaan dalam beraktifitas melakukan berbagai transaksi pembelian danpenjualan. Kinerja perusahaan dapat dilihat dalam buku laporan atau jurnal.

Perusahaan jasa dan perdagangan pun menggunakan siklus akuntansi perusahaan untuk mempertanggungjawabkan kinerja nya secara nternal dan eksternal. Yang jadi perbedaan adalah terletak pada barang. Kalau perusahaan dagang yang diperjual belikan adalah barang fisik atau nyata. Sedangkan perusahaan jasa yang dijual adalah barang non fisik atau tak kasat mata.

Berikut ini sejumlah manfaat siklus akuntansi perusahaan dagang, antara lain :

1. Bahan evaluasi terhadap performa perusahaan

Sebuah perusahaan dagang harus melakukan evaluasi terhadap kinerjanya dari hari kehari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Semua ini bisa dilakukan dengan kegiatan laporan siklus akuntansi.

Suatu perusahaan dagang yang merasa puas atas hasil sekarang ini tidak akan pernah maju. Justeru pencapaian terbaik hari atau tahun ini harus ditingkatkan di hari atau tahun kemudian. Hal ini dilakukan semata-mata untuk kemajuan perusahaan dagang. Keuntungan meningkat dan kesejahteraan karyawan lebih memadai.

Sarana untuk melakukan evaluasi kinerja perusahaan dagang adalah siklus performa perusahaan yang terdiri dari berbagai laporan keuangan. Berbagai kelebihan perusahaan dapat dilihat. Begitupula segi kekurangan, kelalaian dan kesalahan performa perusahaan dapat ditilik secara jelas. Semua itu dapat diperbaiki di masa depan untuk keberlangsungan bisnis.

Misalkan perusahaan dagang melakukan pemborosan keuangan pada sektor tertentu maka segera dapat dilakukan tindakan berupa penghematan finansial perusahaan dagang. Dan meningkatkan keuntungan usaha. Contoh nyatanya dengan memilih suplier yang memberikan harga termurah.

Siklus akuntansi perusahaan dagang sangat bermanfaat bagi para pemilik dan pengelola usaha. Karena dapat memberikan gambaran yang valid dan akurat mengenai apakah perusahaan dagang sedang mengalami kemajuan atau kemunduran di hari, minggu, bulan dan tahun ini.

2. Media pembaharuan

Dengan adanya siklus akuntansi perusahaan dagang yang menyajikan kinerja perusahaan dapat membuat para pemilik perusahaan untuk berpikir melakukan suatu pembaharuan atau terobosan di perusahaan dagangnya supaya dapat bekerja lebih optimal dan efisien. Misalkan adanya data yang menyajikan pembelian barang di suatu perusahaan A dinilai terlalu mahal. Maka pihak manajemen dapat beralih ke pemasok yang memberikan harga lebih murah.

Kondisi finansial perusahaan yang minim dapat diketahui penyebabnya dan dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan laba secara massif. Apabila diketahui arus kas berjalan tak bagus maka dapat dlakukan upaya penambahan pemasukan dan penghematan pengeluaran.

3. Pertanggungjawaban perusahaan dagang

Siklus akuntansi perusahaan dagang juga merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban terhadap kinerja perusahaan selama ini dalam masa tertentu. Pertanggungjawaban yang dilakukan oleh pihak manajamen kepada para pemegang saham dan pemilik perusahaan. Penyajian data laporan akuntansi tersebut dibuat berdasarkan bukti nyata. Seperti adanya faktur, kuitansi, dan nota.

Langkah Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Berikut ini siklus akuntansi perusahaan dagang, antara lain :

1. Mengidentifikasi transaksi

Proses identifikasi transaksi sebagai langkah awal siklus akuntansi perusahaan dagang yang harus melibatkan segala akun. Misalkan transaksi pembelian dan penjualan produk secara cash yang sangat banyak dalam periode tertentu yang terekam dalam buku kecil.

2. Jurnal Khusus

Untuk perusahaan dagang yang masih skala kecil pastinya akan sangat mudah untuk mencatat setiap transaksi dengan rapi. Cukup dengan jurnal umum Karena jumlah transaksi masih sangat kecil. Hal ini berbeda jika anda mempunyai perusahaan dagang skala  besar. Dimana setiap hari terjadi transaksi penjualan barang dalam kuantitas besar. Semua ini memerlukan jurnal khusus yang meliputi jurnal penjualan, jurnal pembelian, pengeluaran kas dan jurnal penerimaan uang kas. Sehingga dapat lebih efisien dalam segi biaya, tenaga dan waktu.

3. Buku Besar Pembantu

Pembuatan jurnal khusus selesai dikerjakan dilanjutkan dengan pembuatan Buku Besar Pembantu. Yang fungsinya untuk melihat akun utang dan akun piutang secara detail pada satu akun. Yang selanjutnya menjadi acuan dalam pembuatan neraca saldo.

4. Pemindahan data ke Buku Besar

Data yang tersimpan dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dimasukkan kepada Buku Besar. Inilah yang disebut dengan posting Buku Besar.

5. Laporan Harga Pokok Penjualan

Untuk menghitung harga pokok penjualan dengan cara mengurangi dengan biaya transportasi dan return.

6. Pembuatan neraca saldo

Data yang ada di laporan neraca saldo merupakan data awal dari Buku Besar. Neraca saldo akan menjelaskan laporan kredit dan debit secara rinci. Dan semua itu mesti seimbang. Apabila tak seimbang maka akan terdapat suatu kesalahan dalam pencatatan keuangan.

7. Jurnal Penyesuaian dan Neraca Saldo Penyesuaian

Setelah pembuatan neraca saldo, berikutnya membuat Jurnal Penyesuaian dan Neraca Saldo Penyesuaian

8. Membuat Laporan Keuangan

Langkah penting berikut adalah membuat laporan keuangan secara lengkap. Yang bertujuan untuk meninjau sejauhmana finansial yang terdapat pada perusahaan dagang dalam soal modal, utang maupun kondisi hartanya. Bahan data yang diambil untuk membuat Laporan Keuangan perusahaan dagang bersumber dari Neraca Saldo Penyesuaian.

9. Pembuatan Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pembuatan laporan ini mesti dibuat secara seimbang dan berkaitan. Yang satu akun dibuat terperinci dalam soal utang, piutang, penjualan dan pembelian barang.

Demikianlah siklus akuntansi perusahaan dagang yang berlaku dalam periode tertentu. Terlihat rumit tapi kalau dipelajari dan dipraktekan akan jauh lebih mudah dan sederhana. Apalagi dengan hadirnya software akuntansi yang akan memudahkan anda dalam membuat siklus akuntansi secara cepat, tepat dan kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, penggunaan software akuntansi dalam tahapan siklus akuntansi pada perusahaan dagang berjalan secara otomatis. Sobat cukup memasukkan data pada aplikasi dan dengan sendirinya akan terbuat sebuah laporan jurnal keuangan.

Related posts